Pengertian Pajak Progresif Mobil Dan Motor

Arti pajak progresif kendaraan bermotor – mungkin kalian pernah mendengar seseorang yang sedang mengobrol dan membahas mengenai pajak progresif, sedangkan anda tidak tahu menahu apa itu yang dimaksud dengan pajak progresif. Sedangkan anda pada saat itu juga tidak berani bertanya, mungkin malu atau takut jika dikatai ndeso sehingga memilih untuk diam dan mencari informasi sendiri melalui media online seperti internet. Untuk penjelasan mengenai pajak progresif sendiri menurut sumber ensklopedia bebas menyebutkan, pajak progresif adalah sebuah tarif pajak yang dikenakan terhadap suatu kendaraan baik itu motor ataupun mobil, dengan besaran nilai presentase pajak yang semakin naik, dan kenaikan ini akan berbanding lurus dengan jumlah kepemilikan kendaraan yang dimiliki seseorang wajib pajak. Atau bahasa mudahnya adalah naiknya nilai presenan pajak yang harus dibayarkan oleh si pemilik terhadap mobil atau motor yang ke dua, ketiga, ke empat dan seterusnya. Jadi semakin banyak mobil ataupun motor yang kalian miliki, maka semakin besar juga pajak yang harus dibayarkan. Yang dikenakan pajak progresif adalah orang orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu unit dimana kedua kendaraan atau lebih tersebut di atas namakan ke orang yang sama. Untuk besarnya nilai presentase jumlah pajak yang harus dibayarkan tiap unit kendaraan berbeda beda sesuai dengan jumlah kepemilikan. Untuk mengetahui nilai PKB silahkan dilihat di bagian belakang STNK mobil atau motor anda. Anda memiliki sebuah mobil pertama yang memiliki Pajak Kendaraan Bermotor senilai 1.500.000 dan dana SWDKLLJ sebesar 150.000, kemudian anda tertarik dan berniat untuk membeli mobil baru lagi sebanyak 1 unit sehingga total mobil yang kalian miliki saat ini menjadi dua unit mobil. Untuk mobil yang selanjutnya cara menghitungnya sama, hanya saja persentase nya berbeda sesuai dengan yang ditetapkan oleh dispenda dimana anda tinggal. Untuk perhitungan mendetail mengenai pajak progresif akan kami bahas dilain kesempatan.

Indonesia, dari ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994, khususnya yang mengatur mengenai subjek pajak dan objek pajak, dapat disimpulkan bahwa Indonesia menganut asas domisili dan asas sumber sekaligus dalam sistem perpajakannya. Indonesia juga menganut asas kewarganegaraan yang parsial, yaitu khusus dalam ketentuan yang mengatur mengenai pengecualian subjek pajak untuk orang pribadi. Jepang, misalnya untuk individu yang merupakan penduduk (resident individual) menggunakan asas domisili, di mana berdasarkan asas ini seorang penduduk Jepang berkewajiban membayar pajak penghasilan atas keseluruhan penghasilan yang diperolehnya, baik yang diperoleh di Jepang maupun di luar Jepang. Sementara itu, untuk yang bukan penduduk (non-resident) Jepang, dan badan-badan usaha luar negeri berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan atas setiap penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber di Jepang. Australia, untuk semua badan usaha milik negara maupun swasta yang berkedudukan di Australia, dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang diperoleh dari seluruh sumber penghasilan. Semen¬tara itu, untuk badan usaha luar negeri, hanya dikenakan pajak atas penghasilan dari sumber yang ada di Australia.

Selain mengecek pajak motor, tentunya kita juga bisa sekalian membayar pajak tersebut. 2. Mengisi formulir pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sudah disediakan, sesuaikan dengan data kendaraan. Jika nama pemilik STNK tidak sama dengan nama yang ada di KTP kita bisa mengambil formulir pembayaran pajak tersebut di loket khusus. 3. Setelah formulir terisi semua maka, serahkan formulir dan dokumen yang sudah disiapkan tadi kepada petugas, lalu akan mendapatkan nomor antrean. 4. Saat antrean dipanggil oleh petugas dari loket, maka datangilah loket tersebut. Petugas loket akan memberikan bukti pembayaran sementara yang isinya jumlah nominal pajak yang harus dibayar. Cek terlebih dahulu kebenaran data, apabila terdapat kesalahan maka sampaikan langsung ke petugas. Tentunya mudah dan sangat jelas bukan cara mengecek pajak motor dengan datang langsung ke kantor SAMSAT? Selain datang langsung ke kantor SAMSAT, kita juga bisa membayar dan mengecek pajak motor melalui online, contohnya aplikasi E-SAMSAT. Di aplikasi ini kita bisa cek sekaligus bayar pajak motor online tanpa harus ribet.

Taat terhadap pajak merupakan keharusan setiap orang sebagai warga negara yang baik, sebab ini telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Wajib pajak atau WP ini tidak hanya berlaku untuk orang pribadi saja, tapi badan juga yang dimana memiliki hak dan kewajiban perpajakan seperti membayar, memotong dan melaporkan pajak. Mengingat kegiatan WP badan ini sebelumnya bisa melakukan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui SPT elektronik atau e-SPT yang dibuat Direktorat Jendral Pajak (DJP), mulai tahun ini DJP mewajibkan bagi WP badan usaha yang tercatat di KPP Madya, KPP di lingungan Kanwil DJP Jakarta Khusus dan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar untuk menyampaikan SPT Tahunan, SPT Masa PPh terhadap lebih dari 20 karyawan Pasal 21/26 dan SPT Masa PPN melalui e-Filing. Hal tersebut tentunya sudah ada dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan. Jadi bagi WP yang menyampaikan SPT dengan cara lama seperti secara langsung datang ke kantor pajak atau via pos, SPT tersebut tidak akan diterima dan akan dikembalikan.

Sudah kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan bermotor untuk membayar pajak. Untuk memudahkan masyarakat, pemerintah telah menyediakan layanan pengecekan pajak kendaraan secara online sehingga tak perlu lagi mengantre lama di kantor Samsat. Layanan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai cara cek pajak kendaraan online, seperti motor dan mobil. Selain aplikasi, layanan ini memungkinkan untuk mengecek pembayaran pajak kendaraan via website dan sms. Ada berbagai cara online yang bisa anda manfaatkan untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Pembayaran bisa melalui situs Samsat, aplikasi e-Samsat, SMS, ATM, hingga datang langsung ke kantor samsat terdekat. Cara pertama paling mudah adalah mengunjungi laman Samsat. Pada situs ini, anda akan mendapatkan informasi berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan beserta tanggal jatuh temponya. 4. Hasilnya akan memberikan informasi nominal pajak yang harus dibayarkan. Namun untuk diingat, nominal tersebut tidaklah termasuk denda keterlambatan juga tidak termasuk pajak progresif. Berbeda dengan DKI Jakarta, ada laman tersendiri untuk kendaraan yang masuk dalam wilayah Jawa Barat. 3. Isi data nomor polisi kendaraan dan warna TNKB pada kolom yang tersedia.

Tags: